Pages

Sabtu, 17 April 2010

APA KABAR INDONESIA


Apa kabar Indonesia………….

Melihat headlines di koran pagi
Sembari meminum secangkir kopi
Berita setiap hari isinya korupsi
Pejabat-pejabat korupsi
Yang tak mudah dikebiri
Pejabat-pejabat korupsi
Yang tak mudah diadili


Apa kabar Indonesia………..

Tanah kayamu yang kaya raya
Cuma rakyatmu tak kunjung sejahtera
Cuma hidup sebatang kara
Tinggalnya hanya di gubuk-gubuk merana
Kalo kemana-kemana
Dikejar-kejar satpol pamong praja



Apa kabar Indonesia……………….


Mengapa negeri ini tak kunjung sejahtera
Korupsinya berjuta-berjuta
Tak pernah dikebiri apalagi dikuliti
Disini penuh bajingan-bajingan korupsi
Yang tak pernah diadili



Apa kabar Indonesia………………….


Negerimu hanya bagai sebuah dongeng belaka
Hukum di negeri ini cuma picisan saja
Undang-undang dibuat seenaknya saja
Hanya koruptor saja dikasih keringanan
Maling kelas teri cuma dikasih beban


Apa kabar Indonesia…………………..


Tragedi terulang kembali
Tanjung priok berdarah lagi
Kenapa mesti terjadi
Penguasa bertindak menjadi-jadi
Apalah salahnya kami
Hanya sebidang tanah saja direbuti
Kenapa kami ditimpuki
Kenapa kami diinjaki
Kenapa kami dipukuli
Kenapa darah mesti
Mengalir kembali………………..


Apa kabar Indonesia


Negeri rempah loh jinawi
Merah putih tak harus
Tercabik kembali
Nasionalisme jangan sekedar basa-basi
Kami ingin negeri
Damai kembali
Demokrasi jangan sampai mati

Apa kabar Indonesia………………


Kemanakah kasus century
Yang menambah luka
Di negeri ini
Markus dikebiri cuma sekali
Koruptor pun pintar bernyanyi
Sambil berlari
Takut diadili
Lari ke luar negeri…………….



Apa kabar Indonesia………………….



Indonesia tanah airku
Tumpah darahku
Merah darahku
Putih tulangku
Indonesia negeriku………..


Merdeka !!!!!!




By : Sang Pengelana

Jakarta 15 April 2010




Kamis, 08 April 2010

SAJAK PARA KORUPTOR


Dulu hidupku susah
Makanpun cuma sekali sehari
Rumahku cuma gubuk langit
Tak ada televisi di kamarku
Kemana-mana selalu utang
Untuk membayar di warung langgananku………………


Kini hidupku enak
Kemana-mana pake jet pribadiku
Makan malampun di hotel pribadiku
Pake mobil berkelas di hadapan atasanku
Punya rumah seharga 10 miliyar
Punya villa di Rio De Je Nero
Punya kapal Pribadi yacht seharga 20 Milliar…..
Kemana-manapun aku selalu berobat ke Singapura

Aku adalah Koruptor yang suka mengotori
Sampah-sampah di negeri ini
Aku tak pernah di kebiri di pengadilan
Aku selalu membawa surat untuk
Berobat di bawa ke pengadilan negeri ini

Dimanapun aku selalu bebas tanpa perbuatanku
Yang selalu mengotori halaman negeri ini
Biar aku ini sampah lebih banyak sampah
Dan bajingan yang mengotori negeri ini………….

Tak ayal lagi aku memang hidup di surgawi
Yang bebas tanpa menangkapku kembali
Memang hidupku selalu tenang tanpa henti
Bisnisku lancar dikendalikan diriku
Melalui ponselku……………………….





Kini hidupku lebih bebas
Seperti elang yang terbang tinggi


Ku melanglang ke atap negeri
Tapi aku selalu tenang tanpa ngeri



Itulah hidupku………………………….







By : Sang Pengelana
Jakarta 1 April 2010

Rabu, 03 Maret 2010

RINDUKU

Aku rindu padamu

Api telah padam menghadangku

Ketika mega sedang dirundung mendung

Tak kandung oleh tangan mengapung


Aku rindu padamu

Terbias oleh kata-kata sendu

Walau air mata jatuh padaku

Yang tak habis oleh waktu


Aku rindu padamu

Ketika kau datang padaku

Waktu engkau memelukku


Terpikir oleh benakku

Karena engkau kekasihku…….


Aku rindu padamu


Aku merindukan cintamu

Hujan datang rindukan kamu………



by : Sang Pengelana

Sabtu, 20 Februari 2010

SAJAK KERINDUAN

Aku datang kepadamu…….


Wahai rinduku…………..


Telah termakan api syahdu………..


Di mana kau tangisi hatimu……….


Ditelan oleh malam yang sendu……


Aku tak mau!!!!


Aku ingin disini…….


Bertemu dalam waktu


Dihabisi oleh senyummu


Walau dirimu ‘tuk meramu


Kosongnya jiwaku


Di atas nyawa batinku


Aku tak mau!!!


Aku hanya ingin rindumu……..


Ditelan oleh kabut semu


Dimakan oleh hari-harimu


Yang menelan gelombang cintamu…….


Kutunggu kau rindu!!!!!



BY : Sang Pengelana

Jakarta 16 Februari 2010

Senin, 08 Februari 2010

KURCACI DAN KURCACA

Aku hidup di sebuah negeri yang kaya raya

Alamnya sangat indah dipandang mata

Aku terpesona hijaunya surga dunia

Kutatap matamu yang elok tak kasat mata

Inilah keajaiban negeriku…………………


Mengapa negeriku kini tak banyak berubah

Para Raja di Negeri ini bagaikan dongeng picisan

Hanya onggokan sampah yang dibuang

Aku melihat kejinya negeri ini !!!!!


Para Kurcaca tertawa terbahak-bahak

Mereka merampok 6,7 Triliun demi dirinya

Seakan-akan Kurcaca-kurcaca bebas melenggang

Tanpa masuk penjara…………………….


Sedangkan para Kurcaci dikebiri

Dikuliti, dijamah, disakiti

Kurcaci-kurcaci itu diadili hanya terbelit ekonomi

“Aku tak punya uang Hamba tuan hakim!!!”

Kurcaci-kurcaci itu hanya diam membisu

Kemanakah keadilan negeri ini dicari!!!!


Kurcaca-kurcaca itu tak mau dikebiri

Kurcaca-kurcaca itu rakus mengambil buahnya

Kurcaca-kurcaca itu merampok uang rakyatnya!!!!


Persetan Kurcaca-kurcaca itu akan dimasukkan Neraka!!!!


Dimanakah keadilan negeri ini tak kunjung jua………

Kelak Tuhan akan mendengar jeritan

Para Kurcaci-kurcaci yang berteriak dari hatinya!!!......



By : SANG PENGELANA


Jakarta 6 Februari 2010

Rabu, 03 Februari 2010

NYANYIAN ANAK JALANAN

Aku berjalan di kaki langit yang tak berbukit

Aku tinggal di kolong-kolong jembatan

Untuk memecah kesunyian

Sambil tidur beratapkan langit

Aku punya hati juga begitu pula dengan-Mu


Wahai para Pemimpin di negeri ini

Cobalah bukalah hatimu

Perdulikanlah kami ini !!!!!

Jangan hanya bicara saja di depan seminar

Lalalalala…..lalalala……….lalalalala…..

Dengarlah hati kami !!!!

Kami ingin bersekolah tapi kami tak mampu

Hanya sesuap nasi yang kami dapatkan…..



Hidupku memang di jalanan

Selalu ada saja yang memerasku…….

Aku selalu dikejar setoran buat preman


Mengapa hidupku tak diurus

Wahai Pemimpin di Negeri ini

Dengarlah hati kami!!!!!



Aku tak ingin di jalanan lagi……….


By : Sang Pengelana

Jakarta, 30 Januari 2010

Rabu, 02 Desember 2009

PERIH

Aku terluka!!!!

Aku tergores oleh luka-luka yang dalam

Aku terjatuh berkubang dalam duka cinta

Aku tersungkur oleh lubang yang menghadangku

Aku rasanya ditelan hati yang menendangku


Rasanya perih datang dalam hatiku……………


Aku tak mau disini ditemani gelap kamarku!!!!



Aku ingin kau kembali……………..


Walau kau hanya dalam mimpi!!!!



By: sang pengelana 2009

Jakarta 27 Oktober 2009